Pengalaman Liburan

Tepat pukul 03.45 WIB alarm handphone saya berbunyi, dan saya pun terbangun dan segera mematikan alarm itu. Mata saya masih terasa berat untuk dibuka, sepertinya masih ingin tidur saja. Bagaimana tidak, saya baru saja beranjak tidur sekitar pukul 23.30 dan harus bangun jam segitu. Terasa sebentar sekali waktu tidur saya, tidak seperti biasanya pada waktu tidur normal (untuk menjaga kesehatan). Tapi itu harus saya lakukan kalo saya tidak mau terlambat.

Setelah saya bangun dan beranjak dari tempat tidur, langsung saja saya membangunkan sodara-sodara saya. Tidak perlu waktu lama untuk membangunkan mereka, karena mereka tau konsekuensinya kalo telat bangun pasti akan ketinggalan kereta. Mereka pun bangun satu persatu, dan saya langsung bergegas mengambil handuk lalu bergegas mandi. Sekitar sepuluh menit saya mandi, kemudian gantianlah sodara-sodara saya yang mandi. Mereka mengantri untuk bergantian mandi (berhubung kamar mandi yang kosong cuma satu, yang satunya lagi dipake juga), :)

Sambil menunggu waktu subuh saya bersiap-siap memakai baju untuk sholat subuh, dan saya langsung duduk menunggu waktu adzan subuh tiba. Tapi apa yang terjadi, kira-kira setelah sepuluh menit berlalu perut saya tiba-tiba saja tidak bisa diajak kompromi. Tanpa berpikir lama saya langsung saja ke kamar mandi, ehh.. ternyata kamar mandinya masih ada sodara saya yang sedang mandi. Saya coba besabar saja sambil menahan perut saya, akhirnya selesai juga sodara saya. Padahal ada sodara saya lagi yang sudah mengantri sebelumya, tapi saya bergegas masuk kamar mandi duluan (maklum sudah ga bisa kompromi perut saya) :)

Huuhhh.. lega rasanya setelah perut saya bisa diajak kerjasama lagi :D .Ambil air wudhulah saya se-selesainya. Tidak lama kemudian adzan pun berbunyi, dan saya langsung kembali berpakaian muslim. Setelah selesai sholat saya menyiapkan keperluan apa saja yang harus kami bawa untuk ke dufan. Kami semua membawa pakaian ganti untuk berjaga-jaga bila nanti di dufan kami basah (kehujanan, main wahana air, dll).

Kami semua (ber-lima) telah selesai bersiap-siap, dan saya meminta tolong kepada salah satu sodara saya (Iwan) untuk menghubungi taxi. Setelah dihubungi katanya taxi yang terdekat dari daerah kami belum ada, dan kami disuruh untuk menunggu konfirmasi balik dari pihak taxi. Akhirnya lima belas menit berjalan, saya pun tidak sabar dan langsung berangkat keluar bersama sodara saya menggunakan motor untuk mencari taxi lain yang biasanya mangkal didekat daerah kami tinggal. Setibanya dipangkalan, syukurlah ada satu taxi yang sedang mangkal. Huuhh.. Alhamdulillah.

Kami berdua segera memanggil pa' supir taxinya, dan saya langsung bilang ke pa' supir untuk jemput ke alamat kami. Saya dan sodara (Iwan) langsung berangkat kembali ke rumah duluan tanpa berbarengan dengan taxi itu. Padahal sudah saya bilang ke pa' supir untuk sama-sama kesana, tapi pa' supir tidak mau. Setibanya di rumah, sekitar 15 menitan kami menunggu ternyata tidak datang juga taxi yang kami panggil tadi. Begitu kesalnya saya, karena waktu sudah menunjukkan pukul 5 lewat, sedangkan kereta api yang akan kami tumpangi berangkat tepat pukul 05.30 WIB sesuai jadwal yang tertera pada tiket.

Akhirnya ada telepon masuk ke no Iwan dari taxi yang sebelumnya telah dipesan oleh dia. Taxi tersebut ternyata sudah sampai di daerah kami tinggal, tapi taxi itu kebablasan sampai ke kompleks belakang (cerita Iwan). Pas taxi itu putar balik, Iwan sudah siap didepan pertigaan jalan untuk melihat taxi itu dan akhirnya Iwan menunjukkan jalan ke rumah. Kami pun segera naik kedalam taxi dan berangkat ke stasiun tanpa memperdulikan taxi yang satunya (taxi yang kurang jelas itu). Adik saya Didit duduk didepan, dia meminta ke pa' supir agar sampai di stasiun dalam waktu 15 menit, hahaha.. dan pa' supir langsung ngebut aja didalam perjalanan (untungnya masih pagi buta jalanan agak sepi).

Dalam perjalanan saya terus berdo'a semoga aja kami belum terlambat. Saya meminta Iwan untuk menyiapkan uang pas agar sampai nanti langsung bayar. Yaa.. seperti yang sudah diminta, akhirnya dalam waktu kurang lebih 15 menit kami tiba di stasiun. Kami segera turun dan langsung bayar ongkosnya, huuuhhh. Di stasiun sudah ada yang teriak-teriak "Jakarta Jakarta..!". Saya kurang ngeh apa maksud teriakkan itu, wahhh ternyata maksudnya kereta yang ke JKT sudah mau berangkat. Hmmmmmm... tanpa ragu kami semua langsung lari ke arah kereta yang lima detik lagi berangkat (untungnya di jalur pertama, jadi ga perlu nyebrang-nyebrang rel). Itung-itung lari pagi, ngejar kereta hahaha..

Perjalanan yang akan kami tempuh kurang lebih 3,5 jam (Bandung - Gambir). Setelah setengah perjalanan Didit dan Chandra meminta roti yang dibawa untuk sarapan (sekedar isi perut), dan saya langsung memberikan tas yang berisi roti itu. Perut saya terasa kosong sekali dan kembali tidak mau kompromi lagi (walaupun sebelum berangkat sudah minum milo dan makan sedikit roti), hehe :D. Akhirnya saya juga makan roti, tapi sayangnya kami semua tidak ada yang membawa air minum (kurang teliti).

Stasiun demi stasiun kami lewati, dan sampai juga kami distasiun Gambir pada pukul 08.55 WIB. Orang-orang sangat ramai berdiri dipinggir rel (tempat tunggu), sepertinya mereka memang benar-benar sudah siap dengan jadwal kereta yang akan mereka tumpangi (tidak seperti kami yang teledor). Setelah kereta benar-benar berhenti kami langsung segera turun dan berjalan ke arah pintu keluar. Kami langsung menuju tempat reservasi tiket untuk membeli tiket balik ke Bandung. Kalau kami tidak langsung membeli bisa saja tiket itu habis sepulangnya kami dari dufan nanti.

Saya izin ke toilet kepada sodara-sodara saya (agar mereka tidak mencari-cari saya) untuk melegakan perut saya lagi. Mungkin karena perut saya tidak diisi dengan seperti biasanya kali ya?? hehe.. Biasanya saya sarapan nasi atau roti setara nasi (asupan gizinya). Nahh.. yang ini masalahnya saya cuma makan roti seadanya, jadi ya gini deh, hehehe (perut saya terus berdemo). Setelah keluar dari toilet saya kembali ke tempat mereka dan kami menuju keluar stasiun. Kami berencana naik busway untuk ke dufan. Saya tanya ke satpam yang ada didepan (ada 3 satpam), "Permisi pa', kalo busway ke ancol itu naik dari halte mana?" Satpam I : "Dari halte harmoni aja", Satpam II : "Disana juga bisa (shelter 2)". Menurut yang saya browsing di internet emang enaknya di shelter 2 dan juga menurut sodara saya (Ayu) yang dapat info dari kakaknya yang di JKT seperti itu.

Akhirnya kami memutuskan berjalan menuju ke shelter 2. Ehh.. pas sampe sana (udah di luar stasiun) ternyata ga keliatan shelternya. Kami semua berdiri sebentar sambil nengok kanan-kiri (mana ya shelter 2 nya). Ternyata ga ada shelter 2 yang dekat kami. Saya pun langsung tanya lagi ke Satpam yang ada di dekat pintu parkiran, "Mas kalo busway yang ke ancol itu naik dari mana?" Satpam : "Naik ke atas aja mas nanti ada" (jawabnya terburu-buru karena ada mobil yang mau masuk). Yaa langsung aja deh kami jalan balik lagi ke atas. Emang bener kata Satpam I tadi naiknya dari harmoni (ternyata kami salah membuat pilihan).

Pas udah sampai di halte kami langsung mengantri membeli karcis. Di halte itu banyak sekali anak sekolah SD (sama gurunya, kayanya mau liburan juga). Ada satu anak yang ditanyain sama sodara saya (Ayu)  "Mo kemana de'?". Eh si ade'nya ga jawab dan langsung palingin mukanya (mungkin dia waspada). Hehe.. lucu juga ya ternyata. Sekitar 15 menitan kami menunggu busway yang lewat, datang juga yang jurusan kami. Langsung kami naik dan nanti transit di halte berikutnya dan ganti busway untuk melanjutkan yang ke tujuan ancol.

Antrian pun sangat panjang untuk tujuan ancol. Ada satpam yang menurut orang (penumpang lain) dia sangat so' tau banget, katanya busway yang ke ancol nanti datengnya 1 jam lagi. Tambah ga sabaran deh kami semua mendengarnya, padahal sodara kami yang dari Bogor (Lia) sudah sampai duluan di ancol dan sedang menunggu kami. Tapi tanpa disangka-sangka datanglah busway yang ke ancol tidak sampai setengah jam kami menunggu (sekitar pukul setengah sebelas kurang). Alhamdulillah (Allah sangat sayang sama kami). Kami langkahkan kaki naik ke busway dan tidak ada kursi yang kosong, terpaksa kami berdiri desak-desakkan.

Kurang lebih 20 menit (ga ngeliat jam, kira-kira aja.. haha) perjalanan ke ancol dari halte transit. Lumayan pegel juga kaki sama tangan saya yang pegangan dibesi. Tapi ga apa-apa berdiri, saya bisa liat suasana kota Jakarta yang ramai, hehe. Kaki sama tangan saya seperti hilang rasa pegelnya ketika busway sudah masuk kawasan ancol dan sedikit lagi sandar di haltenya (halte ancol). Lega rasanya setelah perjalanan panjang (naik kereta dari Bandung, lanjut naik busway) akhirnya sampai juga ditempat tujuan kita yaitu Dufan.

Di halte ancol kami langsung ketemu dengan Lia yang mungkin udah lama nungguin kita. Kami berjalan ke atas ke tempat pembelian tiket masuk ancol. Setelah itu kami menuju ke tempat pembelian karcis untuk masuk ke Dufan. Waaww.. ternyata yang antri ga main-main (banyak banget), ternyata saya baru diingatkan oleh sodara saya kalo hari ini (Sabtu, 5 Mar 2011) adalah Hari Raya Nyepi. Hmmm.. kenapa ga bilang dari dulu, hadoooh, kalo saya tau mungkin ga akan berangkat :) (maklum ga pernah ngeliat kalender) hahaha.
Tapi ga papalah kita liburan bareng kaya gini itu sudah sangat bagus sekali.

Setelah antri panjang (saya dan Iwan yang ngantri yang lain tunggu di gerbang masuk), tiba giliran saya. Saya  langsung membeli karcis untuk 6 orang (Saya, Didit, Iwan, Lia, Chandra, Ayu). Disitu saya liat ada banyak sekali kupon coca-cola yang katanya dengan kupon itu harga karcisnya di diskon. Tadinya kami juga sudah tau info itu, tapi kami dapet info yang salah lagi yaitu yang katanya promo cuma sampai tgl 28 Feb. Akhirnya kami tidak jadi beli coca-cola (padahal waktu promo yang benar sampai tgl 5). Ya sudahlah biarkan saja.

Saya dan Iwan langsung ke tempat mereka menunggu. Kami pun langsung berjalan ke pintu masuk pemeriksaan karcis, dan masuk satu persatu dengan diberi cap pada karcis tadi dan juga pada tangan kami dengan cap khas Dufan (tapi saya langsung hapus, karena takut sholat saya nanti tidak sah). Di depan wahana kuda-kudaan (ga tau namanya,hehe) kami berfoto-foto sebentar sebelum berkeliling. Selesai berfoto kami berkeliling sebentar, dan tidak terasa perut kami sepertinya sudah lapar. Kami memutuskan untuk makan dulu, dan Planet Baso yang kami singgahi untuk makan siang kami.

Perut kami alhamdulillah sudah kenyang, dan saya pun mengajak mereka untuk sholat dzuhur dulu. Kami berkeliling mencari musholah akhirnya dapat juga. Tujuan kami berikutnya selepas sholat yaitu kora-kora, tetapi antrinya panjang dan tidak jadi. Lalu kami ke wahana ombang-ombang untuk mengantri, karena tidak terlalu panjang. Lumayan pusing juga naik wahana itu, untung saja perut saya tidak mual. Setelah dari ombang-ombang kami ke wahana arung jeram.

Panjang antriannya minta ampun dehh. Tapi kami tetap antri sesuai aturan. Ada yang bikin saya emosi, tiba-tiba saja ada 3 orang laki-laki yang pura-pura bodoh diam-diam masuk ke dalam antrian didepan orang-orang yang sudah rela mengantri panjang. Ga mikir apa 3 orang bodoh itu, kayanya saya pengen mukul aja tuh mereka bertiga. Tapi alhamdulillah dengan kesabaran yang Allah kasih buat saya dan sodara2 saya kami pun ikhlas untuk mengantri. Kesabaran kami semakin di uji ketika hujan mengguyur Dufan, hmmm.. tapi kami tetap antri walaupun basah-basahan dikit (toh pas naik arung jeram juga bakalan basah, hehe).

Setelah basah-basahan naik arung jeram saya, Didit dan Chandra langsung ke kamar ganti untuk ganti pakaian kami yang basah. Ayu, Lia dan Iwan tidak ganti (Iwan ga terlalu basah bajunya). Setelah ganti baju kami langsung menuju ke wahana ontang-anting. Seru juga diputer-puter dari bawah sampe tinggi maximum ontang-anting. Turun dari ontang-anting pusing lagi (dikit doank sih). Dari ontang-anting kami berkeliling untuk berfoto-foto.

Akhirnya tidak terasa langit sudah gelap, dan kami memasuki rumah jail dan berfoto didalamnya. Abis dari rumah jail kami ke rumah miring dan berfoto lagi. Sayangnya foto-fotonya tidak ada di saya, kalo fotonya di saya akan saya masukkin ke positngan saya ini, hehe.. ;) Camdignya punya Lia dan dia sudah balik ke Bogor.
Sambil berjalan ke pintu keluar kami terus mengambil gambar (foto-foto :D ). Sampai diluar gerbang, pengunjung sudah lumayan sepi.

Selanjutnya kami ke tempat pembelian tiket busway untuk ke Gambir. Kereta berangkat jam 20.25 WIB. Di tempat pembelian tiket saya sempatkan untuk sholat maghrib. Seusai sholat maghrib kami langsung jalan ke tempat antrian busway tujuan Senen (tempat transit). Sepuluh menit berselang busway pun datang, kami langsung naik (masih dapet berdiri desak-desakkan). Sampai di Senen baru kami dapat busway yang kosong dan akhirnya bisa duduk juga. huuuuhhhh. Perjalanan ke Gambir sekitar jam 19.30 kami merasa tenang (karena duduk dan tidak takut telat naik kereta lagi).

Sampai juga di Gambir sembari mereka membeli makan untuk di kereta, saya bergerak ke musholah untuk sholat isya.  Ternyata saya salah masuk ruangan, yang saya masuki adalah tempat wanita (karena kosong dan saya tidak membaca plang yang ada) :):) Selesai sholat saya segera ke tempat mereka membeli makan. Kami berunding untuk membeli makanan apa. Keputusannya yaitu jatuh pada Hokben, segera mereka pesan. Setelah makanan selesai, kami beranjak ke tempat tunggu penumpang di atas (ga tau lantai berapa, kayanya sih 3) :D

Tidak nunggu lama kami langsung naik kedalam kereta. Dan makanan yang kami beli tadi langsung kami makan, udah ga bisa ditunda lagi karena udah laper, hahaha. Setelah selesai makan tidak lama kemudian kereta sudah berjalan perlahan meninggalkan stasiun. Mulailah perjalanan kami kembali ke Bandung. Saya bertukar tempat dengan Lia yang ada di gerbong Executive. Selama perjalanan saya mencoba memejamkan mata, dan tertidur juga, :D:D Tapi tidur saya tidak bisa nyenyak karena kursi kereta yang kurang nyaman ditambah udara AC yang dingin sekali.

Ketika hampir sampai di stasiun Bandung ada pemberitahuan untuk bersiap-siap. Nahh.. disitulah saya mulai benar-benar merasa kedinginan (ga pake jaket). Saya gemetar, tidak seperti biasanya kereta Executive ga dapet selimut. Saya minum sedikit air untuk membasahi tenggorokan yang kering karena AC. Huuaaahhh.. akhirnya sampai juga kami di stasiun Bandung pukul 12 malam kurang. Sodara-sodara saya bilang muka saya pucet (saya aja ga tau kalo muka saya pucet gara-gara beku, hehe).

Banyak pelajaran yang saya dapat dari liburan bersama sodara-sodara saya. Mulai dari persiapan berangkat, diperjalanan, di tempat liburan (Dufan). Ada saja hal-hal yang tidak biasa saya alami disitu, dari hampir ketinggalan kereta sampe lari-lari. Orang-orang yang ditanyain jawabnya beda-beda dimana kita harus tepat menentukan pilihan yang baik buat kita dan jangan sampai salah memilih. Ada orang ga tau aturan yang tidak membudayakan antri. Yahh.. begitulah manusia, harus bisa memilih dengan benar.
Alhamdulillah saya bersama sodara saya dilindungi Allah SWT dalam liburan kami. Selama liburan itu alhamdulillah Allah selalu mengingatkan saya untuk selalu mengingat-Nya, agar Allah juga selalu melindungi saya dan sodara-sodara saya. Amin.


-YEP-
Category: 1 comments

1 comment:

  1. puyeng saya bacanya.....ahahaha...

    ReplyDelete